Senin, 07 Juli 2008

Pemadaman Bergilir, Panasonic Rugi Besar

Liputan6.com, Surabaya: Pemadaman listrik bergilir membuat produsen lampu PT Panasonic Lighting Indonesia di Pasuruan Industri Estate Rembang-Pier, Pasuruan, Jawa Timur, rugi besar. Menurut Pitoyo, Manager HRD PT Panasonic, Senin (7/7), tiap kali listrik padam mereka rugi sebesar satu miliar rupiah.

Juni lalu listrik dua kali padam di perusahaan bola lampu yang mempekerjakan 3.000 karyawan ini. Bulan ini kerugian mereka makin besar karena rencananya akan terjadi empat kali pemadaman setiap Rabu. Genset milik perusahaan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik perusahaan. Akhirnya perusahaan mengurangi jam kerja karyawan.

Ketua Asosiasi Perlampuan Listrik Indonesia, John Manopo, mengatakan, seringnya pemadaman listrik membuat perusahaan Jepang yang bergantung pada listrik berpikir untuk hengkang ke negara lain. Dalam dua bulan belakangan ini, menurut John, pengusaha Jepang mengaku merugi sampai Rp 48 miliar akibat pemadaman bergilir. Sementara itu PLN mengatakan, perusahaan ikut andil dalam kejadian ini. Karena setelah bahan bakar minyak naik banyak perusahaan yang beralih dari genset sehingga penggunaan listrik meningkat tajam.


http://www.liputan6.com/ekbis/?id=161922

KPU Evaluasi Hasil Verifikasi Faktual Partai Politik

Liputan6.com Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat evaluasi verifikasi faktual partai politik calon peserta pemilihan umum (Pemilu) 2009 di Jakarta, Sabtu (5/7) siang. Rapat bisa dilakukan setelah KPU menerima berkas terakhir dari Provinsi Papua Barat, pagi tadi.

Rapat akan digelar maraton mengingat tenggat waktu untuk penetapan partai yang lolos verikasi sudah mendesak. Nama partai yang berhak mengikuti pemilu legislatif tahun depan harus sudah diumumkan secara resmi pada 9 Juli 2008, bersamaan dengan pengambilan nomor urut partai peserta. "Begitu nomor urut diambil, kita langsung umumkan peserta Pemilu," kata Abdul Hafiz Anshary, Ketua KPU.

Sementara itu, dimundurkannya waktu pencoblosan hingga empat hari diperkirakan ada penambahan sekitar Rp 2 juta pemilih baru. Ini akibat jumlah penduduk berumur 17 tahun atau lebih menjadi bertambah. Namun, KPU belum bisa memprediksikan berapa besar jumlah pembengkakan anggaran ini.

Bertambahnya jumlah pemilih membawa konsekuensi penambahan logistik. Antara lain dibutuhkan tambahan tempat pemungutan suara, petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara, surat suara dan kotak suara, bilik suara, serta honor petugas.


http://www.liputan6.com/politik/?id=161852

Parpol Dikelompokan Menjadi Tiga Bagian

Liputan6.com, Jakarta: Rapat pleno pimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengelompokkan partai politik dalam tiga kategori yakni lama, aman, dan bahaya. Kondisi ini membuat parpol harap-harap cemas menanti pengumuman kontestan Pemilu 2009 yang akan dilakukan malam ini.

Kategori pertama terdiri dari 16 parpol yang merupakan peserta Pemilu 2004 serta dinyatakan lolos. Kedua partai yang masuk kategori aman baik dari laporan di daerah dan masyarakat yakni lolos verifikasi kepengurusan di tingkat provinsi. Beberapa partai dinyatakan bahaya karena batas bawah dan atasnya tipis.

Berdasarkan isu yang beredar diperkirakan dari 35 parpol yang telah lulus verifikasi kurang dari 50 persen yang bertarung dalam Pemilu 2009. Jadi, apabila dijumlahkan dengan partai lama yakni sebanyak 16 maka ada 33 parpol yang akan bertarung pada Pemilu 2009. Parpol baru yang diperkirakan lolos sebanyak 17.

Bertarung dalam pemilu tidaklah mudah. Parpol harus lolos dua kali verifikasi atau pengujian oleh KPU. Pertama harus lolos uji administrasi. Dari 69 partai yang mendaftar, 51 di antaranya lolos. Salah satu partai yang terjegal di tahap ini adalah Partai Kerakyatan Nasional yang digawangi oleh Harmoko.

Setelah lolos administrasi, KPU masih melakukan verifikasi faktual ke berbagai daerah. Komisi menemukan berbagai keanehan dan kejanggalan seperti ada parpol yang kantor atau sekretariatnya ternyata fiktif. Ada pula pengurus yang justru menolak dilibatkan dalam kepengurusan parpol yang mencantumkan namanya.

Meski tidak semua partai akan lolos tahapan verifikasi di KPU, sekitar 30 partai dipastikan menjadi peserta Pemilu 2009 lebih banyak dibanding pemilu sebelumnya. Banyak partai, sebagiannya mencerminkan kemajuan demokrasi. Namun banyak partai juga berarti banyak kepentingan.


http://www.liputan6.com/news/?id=161943&c_id=1

Martabak Raksasa Pecahkan Rekor Muri

Liputan6.com, Tegal: Sekitar 70 pedagang martabak telur yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Martabak dan Jajanan Al-Marjan di Tegal, Jawa Tengah, berhasil membuat martabak telur raksasa. Pembuatan martabak tersebut dilakukan di lapangan sepakbola Lenbaksiu, Tegal, baru-baru ini.

Martabak raksasa dibuat dengan panjang 1 meter, luas 75 sentimeter dan ketebalan 9 sentimeter. Tak heran jika karya tersebut bisa memecahkan rekor Muri sebagai martabak telur terbesar. Sementara itu, bahan baku pembuatan martabak menghabiskan 407 butir telur itik, 40 kilogram terigu, 20 kilogram bumbu dan 150 liter minyak goreng. Setelah itu, adonan digoreng di atas wajan seluas 1,5 meter.

Menurut ketua panitia, Maskun, acara tersebut dimaksudkan sebagai motivator bagi pedagang martabak telur di seluruh nusantara. Sebab, selama ini pedagang martabak sering dipandang sebagai pekerjaan yang rendah.


http://www.liputan6.com/actual/?id=13184

Pertamina Akan Tindak Agen Elpiji Nakal

Liputan6.com, Jakarta: Pertamina mengingatkan agen elpiji agar tidak menjual gas 12 kilogram jauh di atas ketetapan pemerintah. Agen boleh menambahkan harga jika lokasinya berada di luar radius 60 kilometer dari stasiun pengisian elpiji yang terdekat. Namun jika terbukti melanggar kesepakatan, Pertamina akan menindak agen nakal berupa pemutusan kerja sama.

Harga elpiji 12 kilo yang dijual jauh di atas ketentuan Pertamina membuat warga kesal. Pertamina menetapkan harganya Rp 63 ribu per tabung. Namun warga harus membeli jauh di atas itu bisa mencapai Rp 70 ribu. Seorang agen mengatakan Pertamina tidak menetapkan harga jual untuk agen sehingga mereka menjual elpiji ke pengecer di atas harga resmi.


http://www.liputan6.com/actual/?id=13190

Akibat Pemadaman Bergilir, 5.000 Karyawan Diliburkan

Liputan6, Sukoharjo: Kebijakan pemadaman listrik bergilir membuat lima ribu karyawan pabrik tekstil di Sukoharjo, Jawa Tengah, diliburkan. "Pemadaman kali ini, paling parah," kata Direktur Umum Danliris Sukoharjo, Joko Santoso, Senin (7/7).

Menurut Joko, pemadaman berlangsung antara pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. "Empat unit produksi di pabrik kami berhenti beroperasi. Kerugian mencapai ratusan juta rupiah," katanya.

Selain meliburkan 5.000 karyawan, kata Joko, kebijakan perusahaan listrik negara itu pun membuatnya sulit berhubungan dengan pelanggan. Karena sistem komunikasi melalui internet, lumpuh.

Joko Santoso berharap, PLN memberitahukan kebijakannnya itu minimal empat hari sebelumnya. "Agar kami bisa melakukan persiapan," katanya.


http://www.liputan6.com/actual/?id=13188

SBY Ucapkan Belasungkawa Bagi Korban Bom Kabul

KUALA LUMPUR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa prihatin dengan kejadian bom bunuh diri di Kabul, Afghanistan, yang menewaskan 40 orang. Karenanya, SBY mengucapkan belasungkawa.

"Pertama-tama saya ucapkan belasungkawa yang sedalamnya-dalamnya kepada petugas KBRI kita. Dan saya berharap yang luka-luka juga bisa dirawat dengan baik. Saya sungguh berharap pemerintah Afghanistan tetap memberikan perlindungan kepada KBRI kita dan tentunya hukum mesti ditegakkan," tegas SBY di Hotel Crowne Plaza, Kuala Lumpur, Senin (7/7/2008).

Pemerintah, jelasnya, akan terus berkomunikasi mengelola permasalahan ini.

Sekadar diketahui, bom berkekuatan besar (high explosive) di kedutaan besar India di kota Kabul, Afghanistan turut dirasakan dampaknya di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berdekatan dengan pusat ledakan. Dua diplomat RI terluka dan lima staf pengamanan KBRI tewas dalam peristiwa tersebut.


http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/07/07/1/125518/sby-ucapkan-belasungkawa-bagi-korban-bom-kabul